Indonesia Aktual-Jakarta – “Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya” kata-kata ini sepertinya membangun kan kita dari alam setengah sadar , bahwa selama ini saya atau mungkin kita semua masih setengah sadar dengan kenyataan yang ada di republik tercinta saat ini.
Demikian ungkap Ketua Umum Sekretariat Nasional Puan Maharani Peduli (Seknas PMP) Firman Tendri Masengi, kepada IndonesiaAktual.net (11/1/2022).
“Apakah Republik ini masih baik-baik saja? Entah lah mungkin iya baik-baik saja.” katanya.
Indonesia dengan kemajuan pembangunan yang ada saat ini, jauh lebih pesat dari beberapa tahun yang lalu, banyak proyek-proyek infrastruktur yang sudah jadi dan dalam proses pembangunan.
Hal ini sudah menjadi pencapaian Indonesia dalam salah satu tujuan nasional nya dalam memajukan kesejahteraan umum, dan sudah barang tentu dengan mengeluarkan anggaran Negara yang pasti tidak sedikit, di tahun 2019 saja anggaran belanja infrastruktur sudah mencapai Rp 420 triliun.
“Angka ini jelas meningkat sebesar 157% dari tahun 2014 yang hanya Rp 163 triliun, membangun infrastruktur di seluruh penjuru negeri, bukanlah perkara mudah. ” katanya
Namun, melalui kerja keras dan tekad yang bulat, pemerintah berhasil melakukan berbagai macam pembangunan infrastruktur bagi rakyatnya.
Pembangunan infrastruktur ini jika diibaratkan dengan tubuh manusia maka ia adalah berupa pembangunan badan atau fisik, secara lahir memang tampak semakin menawan dan indah namun kurang nampak aura dan kharismanya sebagai jiwa atau roh yang ada dalam sebuah tubuh yang hidup.
Sebaiknya di samping membangun badan pembangun jiwa inilah yang pertama dan diutamakan, dan sangat sukar untuk dibangun karena untuk membangunnya ada pada setiap diri kita.
“Membangun jiwa bangsa yang paling utama melalui program pendidikan budi pekerti dan pendidikan kebudayaan yang dimulai dari setiap rumah keluarga Indonesia (pendidikan non formal), kemudian selanjutnya didukung oleh program pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara yang dibuat pemerintah (pendidikan formal). ” paparnya.
Dikatakan Firman, menanamkan jiwa kebangsaan, cinta tanah air Indonesia dan memahami makna nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tungal Ika merupakan program yang diwujudkan melalui diri kita sendiri.
Kemudian bila itu telah kita bangun maka nantinya akan mempengaruhi cara berfikir dan cara bertindak kita dalam turut mewujudkan tujuan Negara Indonesia.
Dijelaskan, Bung Karno dengan Trisakti nya sudah sejak awal mengingatkan kepada kita semua bahwa jika ingin Indonesia menjadi negara maju dan berpengaruh maka kita harus berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang kebudayaan.
“Kalau diamati dengan teliti dan mendalam tentang Trisakti yang dimaksud Soekarno, adalah tentang semangat dan pola pikir yang akan dapat menyusun kekuatan dan pembangunan bangsa sekaligus character building.”tutur Firman.
Selanjutnya, dengan konsep Trisakti ini dapat membuat Indonesia bergaul dengan lebih elegan di kancah internasional dengan penuh harga diri dan menghormati kedaulatan masing-masing.
Selain itu Indonesia diyakini dapat merencanakan dan menyusun pola kerja sama ekonomi dengan negara-negara industri besar dengan percaya diri dan saling menguntungkan.
Lebih jauh Firman mengatakan, saat ini pembangunan jiwa dengan pembangunan badannya terasa masih kurang seimbang, karena pembangunan tampak lebih dititik beratkan kepada pembangunan infrastrukturnya saja sementara pembangunan jiwa masih berjalan tertatih-tatih diantara hingar bingarnya dentuman pasak bumi beton yang hampir setiap hari ditanamkan ke dalam rahim bumi pertiwi ini.
Kita berharap dengan munculnya tagline “Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya” pada peringatan hari lahir PDI Perjuangan ke 49 ini dapat menjadi trigger agar kita kembali bersama mulai membangun dan membenahi kembali jiwanya Indonesia yang telah lama kering hingga cenderung mudah robek ini.
“Semoga dari rahim partai yang sudah mulai tumbuh dewasa dan matang ini bisa melahirkan peradapan baru yang maju menuju Indinesia adil dan makmur.” katanya.
Seperti juga kehidupan Perempuan adalah cikal bakal kehidupan yang baru semoga lahir dari Partai ini Perempuan perempuan Hebat pencipta keberadapan tersebut. (nn/red)

















