JAKARTA, — Syukuran Partai Setara Indonesia (PASTI) berjalan khidmat dan sukses. Perayaan syukuran yang dipimpin oleh Ketua Umum Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit mengatakan bahwa keterlibatan dalam politik adalah upaya untuk menghadirkan politik berbasis nilai ditengah demokrasi yang mulai kehilangan kompas moral dan iman, organisasi politik dan realitas sistem demokrasi Indonesia.
Dijelaskan Ruyandi Hutasoit, bahwa iman bukan semata urusan personal melainkan sebagai tanggung jawab etis terhadap persoalan masyarakat, keadilan sosial dan kehidupan bernegara. Ke depan penting bagi kita, pembahasan isu kesetaraan warga negara, kebebasan beragama dan berkeyakinan serta integritas kepemimpinan politik.
“Partai PASTI sejak kelahirannya dituntut untuk keluar dari stigma partai identitas. Dalam masyarakat majemuk, partai agama kerap dicurigai eksklusif. Namun PASTI menegaskan diri sebagai partai nilai bukan partai sektarian,” ujar Ruyandi Hutasoit mantan Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) pada Rabu lalu (20/5/2026).
Wakil Ketua Umum PASTI Sahrianta Tarigan menambahkan bahwa perlunya memperjuangkan ide dan gagasan yang diwakili oleh perwakilan di DPR tingkat pusat maupun DPRD ditingkat daerah.
“Jadi kekuatan nasional kita adalah kalau kita tidak boleh ragu-ragu siapa diri kita dan hal itu akan membuat kita bingung dengan posisi kita sebagai warga negara. PASTI kedepan harus berbicara dalam bahasa kepentingan publik yang berkeadilan sosial, penegakan hukum yang adil, perlindungan kelompok rentan dan kebebasan beragama,” ujar Sahrianta Tarigan mantan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2004-2014 mewakili PDS (Partai Damai Sejahtera).
“PASTI adalah singkatan dari Partai Setara Indonesia, sebuah partai politik yang dideklarasikan dengan visi untuk membawa nilai-nilai moral, pluralisme, dan keadilan dalam perpolitikan nasional. Partai ini dipimpin oleh Ketua Umum Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit. Partai ini dibentuk untuk merespons kebutuhan masyarakat terhadap wajah politik baru yang bersih dari transaksi kepentingan dan mengedepankan etika,” tegas Sahrianta Tarigan mantan Ketua DPW PDS DKI Jakarta. (Rus)

















