JAKARTA, — Tantangan bangsa ke depan adalah menuntut totalitas kerjasama, gotong royong, dan partisipasi segenap elemen masyarakat bangsa ini. Demikian hal tersebut dikatakan DR. Fetrus Marwan, SH di Jakarta (22/12/’25).
Pemikiran dan harapan itu muncul di tengah pertemuan akhir tahun Forum Pemuda Kalimantan Barat (FPKB) dengan topik ” Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026″. Sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan yang sejak pendiriannya memiliki komitmen terhadap masalah-masalah sosial dan kemasyarakatan FPKB merasa terpanggil untuk terus mengingatkan masyarakat agar tetap merawat semangat kebersamaan dan kekeluargaan.
Menurut Fetrus yang juga pendiri FPKB melanjutkan bahwa tantangan bangsa di tengah tantangan dan dinamika global terasa semakin berat dan kompleks akibat berbagai hal tidak terduga seperti bencana alam yang melanda berbagai daerah akhir-akhir ini.
Sementara pada kesempatan sama, Valentino Barus selaku Pembina FPKB mengatakan bahwa masyarakat bangsa Indonesia sesungguhnya memiliki kearifan lokal yang senantiasa muncul ketika menghadapi tantangan berat seperti bencana alam. Hal itu sudah terbukti dari berbagai bencana seperti di Tsunami Aceh, bencana gempa di Yogyakarta, dan di Palu beberapa waktu yang lalu.
“Berbagai elemen masyarakat spontan dengan semangat kemanusiaan tinggi langsung memberikan kontribusi mereka dengan turun langsung memberikan bantuannya,” ujar Valentino.
Dikatakan Fetrus menghadapi bencana alam berat di pulau Sumatera tersebut, FPKB menyadari bahwa penanganan yang dilakukan oleh pemerintah dan juga gerakan spontan masyarakat mungkin masih jauh dari harapan para korban.
“Apalagi penanganan ini masih akan panjang mengingat hilangnya rumah, ladang pertanian atau pekerjaan lain dari masyarakat. Untuk itu kita perlu terus memantau kelangsungan hidup saudara kita yang terdampak di Sumatera,” jelas Fetrus, yang terjun langsung pada beberapa bencana seperti di Palu dan Sumba.
Di tengah keprihatinan yang masih mendera saudara sebangsa di daerah terdampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Fetrus dan Valentino senada mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur, optimis dan tetap membangun semangat gotong royong sebagai warisan kekuatan masyarakat bangsa Indonesia.
Di akhir pernyataannya, Fetrus yang juga didampingi pembina FPKB, Mayjend TNI (purn) Bibit, Valentino dan Sumardi tak lupa mengucapkan selamat merayakan Natal 2025 dan songsong Tahun Baru 2026. “Teriring doa dan harapan semoga di tahun 2026 situasi dan kondisi masyarakat bangsa lebih kondusif, cerah dan membawa sukacita,” katanya. (Rus).

















