Pansus Konflik Agraria, DPR RI Sofwan Eddy Aprianto: Gebuk Mafia Tanah Rakyat

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,— Kita harus bersatu melawan mafia tanah yang sudah mengakar di negeri ini. Bukan sekedar teriak-teriak dengan melakukan aksi di panggung ini atau demo di kantor Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN). Demikian disampaikan anggota Komisi 5 DPR RI Sofwan Eddy Aprianto pada acara ‘Wujudkan Reforma Agraria Sejati’ dengan Thema Panggung Demokrasi Rakyat Jilid 3 Gebuk Mafia Tanah Rakyat di Pelataran Parkir Gedung Banteng Merah, Kantor DPC PDI Perjuangan Jln H.Naman No.3 Pondok Kelapa Duren Sawit Jakarta Timur, Minggu (12/10/25).

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P Sofwan Eddy Aprianto yang berasal dari pemilihan Jawa Tengah ini menambahkan, kita rakyat harus bersatu melawan penindasan yang dilakukan oleh para mafia tanah yang sudah merajalela di negeri ini.

banner 336x280

“Kita harus bersatu melawan mafia tanah yang sudah mengakar di negeri, bukan hanya sekedar teriak-teriak dengan melakukan aksi dipanggung ini dan kita demo di Kantor BPN dengan 3 cara, yaitu siapkan bukti yang valid, lewat jalur gorong-gorong dan kita cari sumbernya” tegas Sofwan Eddy Aprianto yang diutus oleh Fraksi PDI-P menjadi anggota Pansus Konflik Agraria DPR RI.

Panggung Demokrasi Rakyat Jilid 3 Gebuk Mafia Tanah Rakyat yang diprakarsai oleh Banteng Muda Indonesia (BMI) Jakarta Timur ini memberi kesempatan untuk berorasi bagi korban gusuran oleh mafia tanah. Terlihat hadir banyak para korban mafia tanah terkhusus wilayah Jakarta Timur seperti warga Rawabunga Badung, warga Kebon Pala, warga Kampung Asam Ciracas, warga Kalimati, warga Pondok Kopi dan warga lainnya.

Pada awal acara para hadirin diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Panca Sila. Setelah acara seremonial, para hadirin disuguhi pembacaan Puisi yang menyentil telinga kaum tehnokrat. Usai pembacaan puisi yang isinya menyampaikan keluh-kesah para korban gusuran yang dilakukan oleh mafia tanah, yang dilanjutkan monolog oleh DPC PDI-P Jakarta Timur Dwi Rio Sambodo. Anggota Komsi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Samnbodo ini mengatakan kita harus bersatu melawan penindasan para mafia tanah yang sudah merajalela di negeri ini.

“Untuk melawan semua itu kita tidak cukup teriak saja tanpa adanya penyelesaian secara politik dan adanya bukti yang valid, maka dari itu jelasnya kita dengarkan penjelasan dari Bpk Sofwan Eddy Aprianto seorang pansus konflik Agraria DPR RI,” tegas Dwi Rio Sambodo penuh semangat.

Dwi Rio Sambodo yang biasa dipanggil Rio ini menjelaskan lewat Panggung Demokrasi Jilid 3 ini, akan ditempuh dengan jalur yang benar. Dengan jalur ini Dwi Rio Sambodo dan anggota Fraksi PDIP DPR RI Sofwan Eddy Aprianto menargetkan penyelesaian Agraria secepatnya.

“Sesegera mungkin hal ini bisa diselesaiakan, makanya kita selalu menyiapkan media-media penyelesaian termasuk juga hari ini, kenapa kita mengundang? Tujuannya adalah mempercepat hal ini mudah-mudahan dengan forum parlemen dari tingkat nasional itu akan lebih mendapatkan percepatan penyelesaian mafia Agraria,” tegas Rio Sambodo.

Sementara itu Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Jakarta Timur Gilbert Pasaribu dalam orasinya mengatakan, PDI Perjuangan mempunyai Visi dan Misi dengan semboyan ‘Gebuk MafiaTanah Rakyat dengan mewujudkan reforma Agraria tercantum dalam UU Pokok Agraria No.5 Tahun 1960 yang sudah ada saat zaman bung Karno.

Gilbert Pasaribu menyampaikan ada rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pansus Mafia Agraria yaitu; 1. Kami akan tetap setia dalam perjuangan tanah untuk rakyat. 2, Kami senantiasa bersatu padu dan bergotong-royong menjaga sesama kelompok senasib. 3, Menyikapi kondisi Agraria yang masih setengah hati. (Rus)

banner 336x280