JAKARTA, — Bertempat di halaman Gedung Banteng Merah jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit Jakarta Timur, jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Jakarta Timur menggelar Panggung Demokrasi Rakyat dengan tema “Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber Kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat”. Di acara tersebut tampak hadir DPP PDI Perjuangan Dr. Ribka Tjiptaning, Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Hadir juga perwakilan dari DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta,William Yani, Chairul Ichsan, Ketua DPC PDI Perjuangan Jaktim, Dwi Rio Sambodo, Sekretaris Eko Witjaksono serta pengurus PDI Perjuangan Jakarta Timur, para Pengurus PAC, Ranting maupun kader PDI Perjuangan Jakarta Timur lainnya.
Chairul Ichsan dalam sambutannya mewakili Ketua DPD DKI Bpk Hadi Wijaya, mengapresiasi jajaran DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur yang luar biasa dan sangat berani dalam menggelar Panggung Demokrasi Rakyat ini, bahwa kegiatan ini merupakan penghancuran lemak dalam tubuh, serta memperkuat otot-otot partai, dan diharapkan akan dapat membangun semangat bagi seluruh Kader maupun simpatisan Partai PDI Perjuangan.
Menyangkut proses hukum, Pak Hasto Kristianto kami berharap jajaran DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur dapat terus mengawal serta dapat memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat, juga dapat memberikan opini kepada masyarakat dan para pengambil keputusan, agar vonis nanti ada kepastian hukum, dan sudah semestinya pak Hasto memang dibebaskan, karena tidak terbukti sampai dengan persidangan terakhir, serta tidak ditemukan bukti-bukti yang mengarah kepada keterlibatan pak Hasto.
Kegiatan Panggung Demokrasi Rakyat ini sesungguhnya adalah ruang pendidikan politik dan ekspresi berkesenian warga masyarakat, agar dia bisa menyampaikan kritik-kritik terhadap penguasa. “Bahkan dalam panggung tadi juga ditampilkan beberapa Kesenian tradisional juga Pembacaan Puisi-puisi perjuangan, sehingga melalui kegiatan kesenian dan kebudayaan seperti yang dilakukan oleh DPC Jakarta Timur ini bisa juga dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan lainnya. Ini merupakan Panggung bagi Rakyat,” tegas Chairul Ichsan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jakata Timur, Dwi Rio Sambodo dalam pidato politiknya menjelaskan bahwa Rangkaian kegiatan “Bulan Bung Karno” sebagaimana instruksi DPP Partai, Sebagaimana tradisi politik pergerakan kita yang menempuh garis ideologi, bahwa kita akan selalu mengusung dan membarakan apa yang menjadi semangat pemikiran perjuangan Bung Karno, yang telah menghantarkan Indonesia merdeka, menghantarkan PDI Perjuangan ke puncak kejayaannya pada saat ini.
Kepada mbak Ning (Ribka Tjiptaning) kami ingin melaporkan bahwa rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno telah dimulai dari tanggal 7 Juni, yaitu donor darah untuk 3 Kecamatan daerah pemilihan IV, yaitu kecamatan Matraman, Kecamatan Pulogadung, dan Kecamatan Cakung, yang kami selenggarakan di Gedung Sangkrini Pulogadung. dengan Ketua panitianya yaitu salah satu ketua PAC, dilanjutkan tgl 15 Juni donor darah di Dapil VI, yaitu Kecamatan Ciracas, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Pasar Rebo, dan Kecamatan Makasar dilaksanakan di SMK Bakti dan di kodinir oleh ketua panitia yang ditunjuk dan ditugaskan oleh DPC Partai yaitu bapak Hizkia Saduk. Kemudian tanggal 21 Juni kita menyelenggarakan kegiatan sarasehan interaktif, di aula Bung Karno lantai 2 di Gedung DPC PDI-P Jaktim, yang dihadiri oleh pembicara yaitu bapak Boni Triana, anggota Komisi 10 DPR RI serta Bpk Bondan, Dekan Fakultas Sejarah Universitas Indonesia dan Bung Natana sebagai diaspora di Tunisia yang bergabung dengan PDI Perjuangan, Keynote Speech Pak Ganjar pranowo yang menyampaikan secara virtual. kemudian hari ini tanggal 26 yaitu “Panggung Demokrasi Rakyat” yang dikodinir Sayap-sayap partai, saudara Gilbert pasaribu.
“Panggung Demokrasi Rakyat ini kita persembahkan untuk mengawal Gerakan Politik Kepartaian, hari ini ada upaya yang sangat Depolitisasi di beberapa bidang, untuk membungkam politik kepartaian, bahkan ada kriminalisasi hukum, dan untuk menyongsong tantangan politik maka kita harus mengokohkan konsolidasi yang ada ditubuh organisasi partai, kita akan berupaya untuk terus berdikari, sehingga konsolidasi tidak pernah berhenti merapatkan di keluarga besar PDI Perjuangan dan Nasionalis Soekarnois,” tegas Rio Sambodo.
Selanjutnya Rio Sambodo mengatakan, di Jakarta ini terlihat megah dan kayaraya, tetapi kenyataannya kota yang paling timpah, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Bahkan potensi pengisapan, penindasan kepada kaum marhain, kaum termarginal terus terjadi didepan kita.
“Untuk itu kita tidak akan tinggal diam, maka kita terus melakukan gerakan politik dan advokasi kepada rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Ribka Tjiptaning, Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, DPP PDI Perjuangan dalam kesempatan tersebut menyoroti tentang adanya upaya pembelokan sejarah di negeri ini, apalagi hal tersebut di dunia pendidikan yang bisa mempengaruhi pola pikir generasi bangsa, makanya sejarah Indonesia tidak boleh salah, karena jika salah mesti sudah dihapus tetap berbekas, kita ini orang Sukarnois, tetapi kita terkadang memilah-milah ajaran Bung Karno. Untuk itu, ia mengapresiasi Panggung Politik ini, karena ini bukti keberanian jajaran DPD PDI Perjuangan Jakarta Timur.
“Sekarang waktunya kita meluruskan sejarah politik PDI Perjuangan. Kita harus berani bangkit melawan ketidak-adilan, kita harus bisa menggerakkan kaum perempuan untuk berpolitik, membangun kekuatan ditengah rakyat, serta perempuan itu luwes dan bisa bekerja di mana-mana di tingkat gresroad, kita harus menekankan tiga hal yang harus ditanamkan pada kader partai, satu loyalitas terhadap partai dan pemimpinnya loyalitas, kemampuan mengorganisir rakyat, serta cinta kepada rakyat seperti seorang ibu kepada anaknya. Saya yakin PDI Perjuangan pada Pemilu 2029 yang akan datang, bisa kembali menang,” jelas Anggota DPR RI ini.
Sedangkan fungsionaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, juga mengapresiasi Panggung Demokrasi Rakyat ini, DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur ini. Jangan anda bandingkan dengan Jakarta lainnya, karena memang luar biasa, dan mudah-mudahan dalam acara ini dapat membangun konsolidasi seluruh Kader maupun Simpatisan partai, kekompakan dan kebersamaan harus terus dijaga, mari kita dukung Kader-kader militan, karena di partai saat ini banyak juga orang-orang titipan atau karbitan.
“Untuk itu mari di Jakarta Timur ini kita benar-benar bisa menjadikan kader partai terbaik nantinya bisa duduk di DPRD DKI maupun di DPR RI, dan kami juga berharap para kader terbaik partai di Jakarta ini bisa duduk di Komisaris BUMD DKI Jakarta, karena orang-orang kita adalah orang hebat dan pasti mampu mengisi di BUMD DKI maupun di pemerintahan daerah DKI Jakarta,” tegasnya. (Rus).

















