INDONESIA AKTUAL.ID, JAKARTA – Istilah pepatah ‘asam di gunung garam di laut bertemu didalam kuali’ sepertinya benar adanya. Hal itu terjadi pada proses pernikahan yang dialami pasangan pengantin Jansen Rejekinta Ginting, SH. dengan Natasya Betrix Maria Mistika yang berlangsung Sabtu (8/6/2024) di Gedung Rudang Convention Hall Gang Wika Ujung Aspal Jatiranggon Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi Jawa Barat.
Pemuda ganteng Jansen Rejekinta Ginting yang biasa dipanggil Jansen ini adalah putra pertama Jon Persiapenta Ginting Suka dengan Ina Rolina Beru Sitepu berasal dari desa Rumah Pilpil Sibolangit Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara yakni lintas jalan dari Medan ke Kabanjahe.
Sementara gadis cantik yang dinikahinya putri Kamaluddin IA Moensie dan Maria Magdalena Ivonne yang bernama Natasya Betrix Maria Mistika ini berasal dari kota Samarinda Kalimantan Timur. Sesuai adat di suku Karo, bila calon pengantin dari luar yang beda suku harus disahkan menjadi warga suku Karo terlebih dahulu melalui upacara untuk diberikan merga (PAM).
Baru setelah itu bisa dilanjutkan dengan pesta untuk mengadati. Pemberian merga atau PAM itu juga harus diangkat sebagai orang tuanya. Karena si Jansen merga Ginting dan ibunya adalah merga Sitepu, maka dianggap sah sebagai impalnya (tunangannya) maka diberikan merga kepada calon istrinya ‘Beru Sitepu’.
Dan, yang bertindak sebagai orang tua calon pengantin perempuan ini adalah Aiptu Pt. Ponten Sitepu dan Magdalena br Ginting Jawak.
Dalam pernikahan ini ada sedikit unik. Pasalnya, Rocky Gerung yang hadir sebagai saudara sepupu ayah pengantin perempuan. Dan, diberikan juga kepadanya merga Sitepu. Rocky Gerung juga diminta memberikan kata sambutan dan memberikan nasehat perkawinan kepada calon pengantin. Dalam sambutannya ia mengatakan kalau dirinya di suku Karo-kan.
“Saya merasa di suku Karo-kan saat ini dan saya merasa senang menjadi bagian dari suku Karo” jelas Rocky Gerung sembari ketawa terbahak-bahak dan disambut meriah oleh tepuk tangan yang dihadiri oleh ribuan lebih undangan.
Disela-sela acara itu Rocky Gerung juga diberikan ulos atau pakaian kebesaran adat Karo berupa ‘Uwis Gara atau Beka Buluh’ serta buku tentang perkawina adat Karo yang ditulis oleh Matius Purba anggota Majelis gereja GBKP Cengkareng. (Barus/IA).

















