Habib Umar Alhamid: Waspadai, Provokasi yang Menyesatkan Rakyat !

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, — Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi di sekitar Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai ada persoalan serius dalam lingkaran dalam kekuasaan yang berpotensi menghambat kinerja pemerintahan.

Menurut Habib Umar, salah satu masalah utama adalah adanya pihak-pihak di sekitar Presiden yang diduga menutup arus informasi penting. Hal ini dinilai berbahaya karena dapat membuat pengambilan keputusan strategis menjadi tidak optimal.

banner 336x280

“Banyak orang-orang di sekeliling Presiden itu bermasalah. Ada yang menutup informasi, sehingga banyak persoalan tidak sampai secara utuh kepada beliau. jadi saya ingatkan Pak Prabowo harus hati-hati dan waspada,” ujar Habib Umar Alhamid dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Ia juga menilai Presiden Prabowo Subianto tidak sepenuhnya didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni. Minimnya figur-figur “excellent” di sekitar kekuasaan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah persoalan sulit diselesaikan secara cepat dan efektif.

Lebih jauh, Habib Umar menyoroti adanya berbagai ganjalan politik, baik di dalam negeri maupun dalam konteks internasional. Ia menyebut dinamika global yang memanas, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, turut memberikan tekanan terhadap stabilitas nasional, termasuk ancaman krisis energi global.

Namun demikian, ia mengapresiasi kondisi Indonesia tetap terkendali dan aman. Tidak seperti kebanyakan negara-negara tetangga yang sudah mulai gaduh. Hal itu dibuktikan dengan selama bulan Ramadan hingga Lebaran di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menilai tidak terjadi gejolak sosial maupun lonjakan harga kebutuhan pokok yang signifikan.

“Alhamdulillah selama puasa dan Lebaran, masyarakat tidak merasakan kenaikan harga yang berarti. Tidak ada gejolak sosial, bahkan harga BBM juga tetap stabil. Ini bukan keputusan mudah di tengah situasi global yang penuh tekanan,” katanya.

Habib Umar juga menyinggung adanya kelompok elite yang disebut tidak menyukai kebijakan Presiden. Ia menilai langkah Presiden dalam menghadapi konglomerasi bermasalah dan kartel tertentu memicu resistensi dari pihak-pihak yang merasa terganggu kepentingannya.

Untuk itu, ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional. Ia meminta kepada semua organisasi keagamaan dan masyarakat Islam saat ini untuk tetap berada dalam posisi yang solid dan tidak mudah terprovokasi, sehingga tidak terjadi yang namanya konflik internal, serta terus tetap berkomitmen menjaga keutuhan NKRI.

“Ormas-ormas Islam di minta tetap bersatu, jangan ada ada pertikaian. Kita semua harus tetap menjaga NKRI. Waspadai, provokasi yang bisa memecah belah bangsa,” tegas Habib Umar.

Di akhir pernyataannya, Habib Umar mengingatkan agar pihak-pihak yang berada di lingkaran dekat Presiden tidak membuat pernyataan yang dapat menyesatkan publik atau merugikan citra Presiden.

“Jangan lagi ada puja puji dan caci maki yang berlebihan. Karena jika hal tersebut terjadi maka yang akan rugi bukan hanya pemerintah (Prabowo-red), tapi yang rugi kita semua,” jelasnya.

Ia berharap semua pihak dapat menjaga komunikasi yang sehat dan transparan demi mendukung jalannya pemerintahan yang lebih efektif dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Saya juga minta kepada semua pihak dan rakyat Indonesia, untuk banyak bersyukur karena memiliki pemimpin seperti Pak Prabowo yang berani dan tegas dalam mengambil keputusan demi kepentingan rakyat,” katanya.(Nn)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan