JAKARTA,— Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P) DPRD DKI Jakarta mendorong Pemprov DKI Jakarta meniru konsep pengelolaan ruang publik seperti di Barcelona, Spanyol. Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menilai Jakarta perlu mengadopsi gerakan The Commons agar aset daerah bisa dinikmati seluruh rakyat, bukan hanya kalangan elit.
“Mungkin nanti bisa dibahas. Dimana ada satu fenomena di kota Barcelona, ada gerakan yang namanya the common,” kata Rio dalam diskusi publik “Refleksi Akhir Tahun 2025, Jejak Aspirasi Rakyat Jakarta” di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Barat, Senin (22/12/2025).
Menurut Dwi Rio Sambodo yang sudah tiga periode menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, konsep ini memungkinkan masyarakat dari kalangan bawah mengakses ruang publik terbuka untuk kegiatan sosial dan ekonomi mereka.
” Bagaimana rakyat terpinggirkan melakukan gerakan untuk menggunakan ruang-ruang terbuka untuk kehidupan sosial ekonomi mereka itu,” jelasnya.
Dikatakan Rio, pengelolaan aset di Jakarta sering terlalu berorientasi bisnis sehingga ruang publik sulit dijangkau masyarakat miskin. Padahal ruang publik juga seharusnya berfungsi sosial, terutama mengingat kesenjangan sosial yang tinggi di Jakarta.
“Jakarta sesungguhnya adalah kota yang sangat ekstrem. Ekstrem tersebut maksudnya yang kayanya kaya banget, dan yang miskin, miskinnya juga banget. Jadu kesenjangannya sangat terlihat,” terang Rio.
Selain pemanfaatan ruang publik ala Barcelona, PDI-P juga menekankan pembangunan infrastruktur harus merata. Rio mencontohkan perbaikan jalan seharusnya jangan hanya di jalan protokol, tetapi juga di jalan-jalan di perkampungan.
” Bagaimana pembangunan jalan tidak hanya jalan-jalan di ruang-ruang mainstream, tetapi ruang-ruang kampung kota juga diperhatikan,” tegasnya.
Lebih jauh Rio mengatakan, status Jakarta sebagai Kota Global tidak berarti jika warganya tidak merasakan keadilan sosial.
“Bagi kami mau Kota Global atau tidak, yang penting bahwa rakyat dan warga Jakarta mendapatkan keadilan yang hadirnya nyata di tengah-tengah kehidupan mereka,” jelasnya. (Rus)

















