JAKARTA, — Penggusuran sepihak terhadap 30 PKL di depan Kampus Paska Sarjana UKI Jalan Diponegoro Jakarta Pusat jelas sangat merugikan masyarakat kecil saat ekonomi sedang sulit seperti sekarang ini.
Sigit Budi Cahyono, Ketua DPD Petisi Brawijaya Jakarta menanggapi dan mengomentari penggusuran PKL di depan Kampus Paska Sarjana UKI oleh aparat gabungan Dishub dan Bina Marga pada 25 Nov 2025 lalu.
“Aksi sepihak aparat Pemkot Jakarta Pusat jelas merugikan PKL dan pembeli di kawasan itu, apalagi kehadiran PKL sangat membantu pengunjung RSCM dan sekolah-sekolah di sekitarnya”, ujar Ketua DPD Petisi Brawijaya yang didampingi Lukman Ketua DPC Jakarta Pusat (2/12/2025).
Menurut Ketua ormas yang dulu mendukung Pram-Doel pada Pilkada 2024 lalu, Gubernur seharusnya mencarikan solusi masalah ini agar tidak ada yang di rugikan.
“Pramono Anung Gubernur DKI Jakarta, jangan diam saja terhadap persoalan masyarakat kecil, jangan dirangkul saat kampanye, ditinggal setelah terpilih”, tegas Sigit Budi Cahyono.
Berdasarkan pantauan di lapangan ada 30-an PKL terdampak penggusuran sepihak, saat ini mereka berjualan di badan jalan Diponegoro, depan pintu masuk orang ke RSCM. Akibatnya penyempitan jalan, arus lalu lintas kendaraan terhambat pada saat jam-jam sibuk.
“Hal ini juga merugikan masyarakat khususnya para pengguna jalan disekitaran lokasi tersebut,” katanya. (Rus).

















