Dari 4 Hanya Sisakan 1 Jalur, PKL Jalan Sutoyo Cawang Bikin Resah Warga

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, — Banyak warga yang melintasi Jalan Mayjen Sutoyo Kelurahan Cawang Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur menggerutu dan mengeluh karena jalan raya yang terdiri dari empat lajur hanya satu lajur yang bisa dilalui. Hal tersebut terjadi akibat Parkir Liar (PL) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memasang meja hingga ke jalan. Pemandangan ini mulai terlihat ketika sore, dimana aktivitas para PKL yang selalu memanfaatkan jalan raya Mayjen Sutoyo Cawang ini dengan memasang meja dan parkir liar sebanyak tiga lajur.

Kegiatan atau kebiasaan pedagang memanfaatkan Jalan Raya Mayjen Sutoyo Cawang ini sudah viral di media-sosial. Pemanfaatan Jalan Raya Mayjen Sutoyo Cawang oleh PKL ini terlihat setiap hari mulai dari pukul 19.00 WIB. Akibatnya, pengguna jalan terpaksa memperlambat laju kendaraan karena ruas jalan tertutup parkiran motor dan meja pedagang.

banner 336x280

“Parkir yang makan empat jalur jalan umum, ini terjadi sudah lama dan terjadi setiap malam sekitar pukul 20.00 WIB, sampe tengah malem.
Apalagi pas malam Minggu atau malam libur, bisa-bisanya tinggal sisa sejalur,” jelas Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian saat dikonfirmasi (29/9/2025).

Akibat pemanfaatan jalan empat lajur yang tersisa satu lajur ini, sering sekali mengakibatkan macet total bahkan beberapa kali terjadi kecelakaan. Pemandangan macet ini sering terlihat mulai dari depan Kantor BKN (Badan Kepegawaian Negara), depan pul Bus Primajasa sampai Depan Asabri.

Menindaklanjuti situasi kemacetan tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Garnisun, Koramil, Polsek, dan PPSU langsung turun ke lokasi pada Minggu (21/9/2025) sore.

“Melakukan tindak lanjut aduan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum yang diakibatkan parkir liar dan juga pemasangan meja yang berlebihan di Jalan Sutoyo,” ujar Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian.

Budhy menyebutkan, kondisi terparah terjadi saat malam Minggu, ketika jalan menyempit dan hanya menyisakan satu lajur yang bisa dilalui kendaraan. “Untuk saat ini kami paku baja (dijaga) di sini sampai dengan kemudian bisa dikendalikan,” ujarnya.

Selanjutnya, kami sudah siagakan setiap hari mulai pukul 18.00 WIB personil Trantib dan Dishub Kota Jakarta Timur. Hasil pantauan dan pengamatan wartawan Indonesia Aktual, sejak Minggu tanggal 22 September 2025 lalu sampai Selasa tanggal 30 September 2025 malam pukul 24.00 WIB, memang terlihat banyak parkir mobil Trantib dan mobil Dishub Kota Jakarta Timur yang memakai lampu dan parkir di lokasi.

“Kami akan jaga terus dengan menempatkan Trantib gabungan dari Kota Jakarta Timur dan personil Dishub Kota Jakarta Timur,” jelas Budhy Novian mantan lurah Cawang. (Rus)

banner 336x280