INDONESIA AKTUAL.ID, JAKARTA – Peristiwa kebakaran rumah wartawan Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu, di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, yang menewaskan 4 orang harus diusut tuntas. Dalam musibah tersebut, dilaporkan Rico beserta keluarganya meninggal dunia, adapun identitas para korban yakni, Rico Sempurna Pasaribu (40), Istrinya Efprida Br Ginting (48), anaknya Sudiinveseti Pasaribu (12) dan cucunya Lowi Situngkir (3). Jelas merupakan perbuatan biadab.
Insiden kebakaran yang terjadi, pada Kamis (27/6/2024) sekitar pukul 03.00 WIB mendapatkan perhatian yang luar biasa dari media sosial dan khusunya dari Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI).
“Kejadian ini harus bisa jadi momentum bagi korps Bhayangkara untuk mengusut tuntas penyebab terjadinya kebakaran, juga memberantas aksi perjudian,” ujar S. Firdaus Tarigan, SH. Kordinator Pemberantas Judi dan Narkoba HMKI, saat dihubungi via HP kepada media online Indonesia Aktual, Minggu (30/6/2024).
Menurut Firdaus, hal ini merupakan pertaruhan wibawa institusi Polri terkait tindak kejahatan khususnya perjudian. “Namun jika kasus ini tidak bisa terungkap, saya khawatir praktik perjudian dan segala tindak kejahatan di Karo akan terus meningkat,” jelas Firdaus yang mengaku baru minggu lalu mengadakan survey di Kabupaten Tanah Karo mengapa judi dan narkoba sangat marak di Tanah Karo.
Firdaus yang mendapat tugas sebagai kordinator pemberantasan judi dan narkoba serta ‘rumah remang-remang’ dari HMKI (Himpunan Masyarakat Karo Indonesia) hasil pertemuan para tokoh Karo dan lintas agama Jakarta yang berlangsung tanggal 11 Juni 2024 lalu di kawasan Petukangan Jakarta Selatan mengaku sangat sulit untuk memberantasnya karena bermacam lapisan masyarakat sudah terlibat.
Firdaus menjelaskan perihal maraknya peredaran dan pemakaian narkoba juga sulitnya memberantas judi dan penyalahgunaan narkoba serta adanya usaha rumah remang-remang. Pihaknya telah mengadakan turun ke beberapa desa dan nyamar agar bisa ikut nimbrung bermain judi. Terjadinya penyalahgunaan narkoba dan judi tersebut adalah akibat kurang tegasnya para penegak hukum untuk menindaknya. Bahkan pihaknya menduga ada kerjasama para pelaku sehingga sulit diberantas.
Firdaus memberi alasan adanya dugaan kerjasama para penegak hukum dengan para pelaku judi dan penyalahgunaan narkoba, “siang atau sore tertangkap, besoknya pagi-pagi subuh para tersangka pelaku tersebut sudah dilepas dengan alasan tidak cukup bukti”, tegas Firdaus.
Firdaus mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa tewasnya jurnalis Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu satu keluar di Kabupaten Karo. Firdaus juga menduga jurnalis tersebut mengalami kebakaran satu keluarga yang menewaskan 4 orang keluarganya itu karena sering memberitakan kegiatan judi dan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Tanah Karo.
“Alasan terjadinya kebakaran terhadap rumah wartawan Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu karena istrinya Efrida beru Ginting menjual BBM dan BBG serta menstok yang banyak sehingga terjadi kebakaran bagi saya tidak masuk akal” jelas Firdaus.
Dikatakan Firdaus, kalo tidak ada unsur kesengajaan melakukan pembakaran tersebut, tidak mungkin terjadi ataupun jika kebakaran itu terjadi akibat tidak ada unsur kesengajaan, maka tidak mungkin semua orang yang tidur didalamnya terbakar dan mereka pasti bisa keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Saya menduga kejadian terbakarnya rumah wartawan Tribrata.TV tersebut terorganisir dan terstruktur serta masive.
Untuk menuntaskan kasus terbakarnya rumah wartawan Tribrata.TV itu harus dibentuk tim investigasi yang indevenden. Kalo tidak, saya pesimis kasus ini bisa terbongkar siapa pembakar yang sebenarnya”, paparnya.
Untuk itu pihaknya mendesak Presiden Jokowi agar membentuk tim investigasi yang indevenden yang terdiri dari Polri, Komnas HAM, LPSK, DPR Komisi I dan III serta Ombudsman. “Kami sudah mau melayangkan surat permintaan pembentukan tim investigasi ini”, jelas Firdaus
Lebih jauh Firdaus mengatakan dan mempertanyakan, bagaimanapun pemerintah harus bisa menjamin masyarakat untuk bisa menyampaikan kebenaran. Pemerintah harus bisa menjamin keamanan setiap warganya, apalagi korban merupakan seorang jurnalis, dimana fungsi media merupakan sebagai kontrol sosial.
” Jika ada yang mengungkapkan kebenaran, tapi malah tewas mengenaskan, maka negeri ini tidak akan bisa maju,” katanya.(Barus/IA).

















