IndAk.net, Jakarta- Kepada semua lembaga negara yang dipilih langsung oleh rakyat ataupun yang bertanggung jawab terhadap rakyat. Seperti DPR RI dan DPD RI serta Presiden dan para pembantunya untuk segera bergerak menangani masalah yang sekarang ini sedang di hadapi rakyat di republik ini, yakni terus meroketnya harga kebutuhan pokok yang sangat diperlukan rakyat jelang bulan puasa (Ramadhan-red).
Hal ini jelas sangat membuat rakyat bingung dan pusing. Apalagi keadaan rakyat saat ini sedang benar benar dalam keadaan sulit akibat selama hampir dua tahun dihadapkan pada pandemi covid-19.
“Sebagai wakil rakyat yang ada di parlemen baik itu DPR RI maupun DPD RI sebaiknya segeralah bergerak dengan cepat, jangan hanya plonga plongo saja melihat keadaan rakyat yang sedang sulit dan bingung akibat harga sembako yang terus meroket,” ujar Panglima Generasi Cinta Negeri (Gentari) Habib Umar Alhamid kepada wartawan di rumahnya belum lama ini.
Menurutnya, rakyat sekarang ini sedang benar benar dalam keadaan yang sangat sulit akibat dari harga sembako yang terus naik. Apalagi soal minyak goreng yang hingga kini belum juga bisa di atasi oleh pemerintah
Semua itu bisa kita lihat dari hampir di semua daerah dimana rakyat antre panjang hanya untuk mendapatkan minyak goreng murah.
“Melihat kejadian ini saya menghimbau pada semua lembaga negara yang jabatannya dipilih langsung oleh rakyat untuk tidak mengucapkan selamat bulan Ramadhan.” katanya.
Karena rakyat tidak butuh ucapan selamat tersebut. Yang di butuhkan rakyat sekarang ini hanyalah bagaimana bisa mendapatkan sembako murah sehingga mereka bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.
Untuk itu, Kata Habib Umar, tolong sebaiknya para anggota DPR RI dan DPD RI untuk segera melakukan rapat membahas soal harga sembako kenapa selalu naik menjelang bulan puasa Ramadhan.
” Sebagai anggota parlemen yang dipilih langsung oleh rakyat sudah sepantasnya segera mencari solusi dan jalan keluar dari permasalahan ini”, tegas Habib yang dikenal vokal ini.
Lebih Jauh Habib Umar mengatakan, untuk mengatasi masalah ini sebaiknya mintalah bantuan pada TNI dan POLRI dengan kata lain libatkan mereka, karena struktur TNI dan Polri ada dikalangan bawah dan dekat dengan rakyat.
” Sebaiknya libatkan TNI dan Polri untuk membantu menangani masalah dan keadaan soal sembako ini”, tuturnya.
Atas kejadian ini sudah selayaknya kalau para pejabat negara segera meminta maaf pada rakyat, yang hingga kini belum bisa membuat rakyat sejahtera, senang dan bahagia .
” Menjelang bulan Ramadhan ini ngak salah juga kalau Presiden dan jajarannya sampai yang paling bawah untuk meminta maaf pada rakyat. Apalagi mereka yang jabatannya dipilih langsung oleh rakyat”. katanya. (nn/red).

















